Gubernur NTT Mengapresiasi Sudamala Resorts Berdaya Listrik Surya, Ajak Hotel Lain Ikuti

ngetehdw.com Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka, memberikan apresiasi terhadap penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh Sudamala Resorts untuk memenuhi kebutuhan listrik operasional harian di Pulau Seraya, Labuan Bajo. Ia menilai langkah ini menjadi contoh yang baik bagi pelaku usaha hotel dan pariwisata lainnya di NTT untuk beralih menggunakan energi hijau.

Melki menyampaikan bahwa pengembangan energi terbarukan merupakan bagian penting dari masa depan provinsi. Meskipun tantangan dalam mencapai tujuan tersebut tidak mudah, ia yakin bahwa perubahan ini akan membawa manfaat jangka panjang.

Read More
banner 970x90

banner 728x90

“Masa depan NTT ada di energi baru terbarukan, walaupun mencapai tujuan tersebut harus melewati tantangan yang tidak mudah,” ujarnya saat meresmikan PLTS Sudamala Resorts, Sabtu 1 November 2025.

Baca juga :  Lima Fakta Unik Kabupaten Banyumas

Ia menekankan bahwa pemerintah akan berupaya keras mengoptimalkan penggunaan energi hijau, khususnya tenaga surya, untuk memenuhi kebutuhan listrik di berbagai wilayah NTT. Salah satu langkah awal yang direncanakan adalah pemasangan PLTS di kantor pemerintahan dan rumah-rumah tertentu, sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

“Transisi energi tidak harus hanya menjadi diskusi. Sudamala Resort sudah membuktikan bahwa NTT bisa. Kita bisa bekerja sama dengan lembaga terkait dan PLN untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Sudamala Resorts Menggantikan 85% Kebutuhan Listrik dengan PLTS

CEO Sudamala Resorts, Ben Subrata, menegaskan komitmen resort tersebut terhadap pariwisata berkelanjutan. Saat ini, resort telah berhasil menggantikan 85% kebutuhan listriknya dengan energi dari PLTS.

“Transisi energi dan konservasi terumbu karang adalah bukti nyata dari DNA keberlanjutan Sudamala Resorts, dari darat hingga laut,” ujar Ben.

Sistem PLTS terintegrasi yang dipasang terdiri dari 480 panel surya berkapasitas 300 kWp dan sistem penyimpanan baterai 770 kWh. Selama tiga bulan terakhir, sistem ini beroperasi dengan baik dan diperkirakan menghasilkan sekitar 410.000 kWh energi bersih per tahun. Selain itu, sistem ini juga berhasil mengurangi emisi karbon hingga 370 ton CO₂—setara dengan menanam lebih dari 4.900 pohon setiap tahunnya.

Baca juga :  Fakta Menarik Monumen Reog dan Museum Ponorogo, Wisata Khas Selingkar Mataraman

Potensi Energi Surya di NTT Sangat Besar

Managing Director Xurya, Eka Hirmawan, menekankan bahwa NTT memiliki potensi energi surya yang besar. Instalasi PLTS di Sudamala Resort menunjukkan bahwa energi hijau tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efisien secara biaya.

“Potensi tenaga surya di NTT sangat banyak, terutama kombinasi dengan diesel dan gas. Instalasi di Sudamala Resort membuktikan hal itu. Semoga pemerintah mendorong program serupa di daerah lain,” ujar Eka.

Ia berharap keberhasilan PLTS di Pulau Seraya dapat menjadi inspirasi bagi industri pariwisata lainnya untuk beralih menggunakan energi surya. “Proyek ini bisa menjawab keraguan pemilik hotel dan resort mengenai transisi ke energi surya,” tambahnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *