ngetehdw.com –Kelurahan Cibunigeulis, yang terletak di Kota Tasikmalaya, telah meluncurkan program pelatihan budidaya ayam petelur sebagai upaya untuk menangani masalah stunting di wilayahnya. Kegiatan ini digelar di GOR Kelurahan Cibunigeulis pada Senin, 3 November 2025, dan dihadiri oleh kader PKK serta para orang tua yang memiliki anak stunting.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam membudidayakan ayam petelur. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, terutama bagi anak-anak yang mengalami stunting. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari secara berkelanjutan.
Kabid Peternakan DKP3 Kota Tasikmalaya, H. Cecep Kustiawan, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kelurahan Cibunigeulis. Menurutnya, program ini selaras dengan visi Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui program Tasik Pelak. Ia menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya mendukung ekonomi lokal, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menurunkan angka stunting.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Program ini bukan hanya mendukung ekonomi lokal, tetapi juga beririsan langsung dengan penurunan angka stunting,” ujarnya. Cecep menekankan pentingnya konsumsi telur secara rutin bagi tumbuh kembang anak. “Jika anak-anak rutin mengonsumsi telur setiap hari selama enam bulan, mereka bisa terhindar dari stunting karena telur mengandung protein yang tinggi,” jelasnya.
Ia berharap program budidaya ayam petelur dapat berjalan berkesinambungan agar kebutuhan telur bagi anak-anak penderita stunting terus terpenuhi. “Ini program yang bagus, karena selain meningkatkan ekonomi masyarakat, juga menjadi langkah nyata mengatasi stunting,” tambahnya.
Peningkatan Ekonomi Lokal
Lurah Cibunigeulis, Dennie Rafiudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang didanai oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya. Program ini difokuskan pada peningkatan ekonomi lokal sekaligus penanganan stunting di wilayahnya.
“Saat ini di Kelurahan Cibunigeulis terdapat 71 anak stunting yang sedang dalam proses penanganan dan penyembuhan,” terang Dennie. Ia menambahkan bahwa ke depan budidaya ayam petelur akan dikelola oleh masyarakat dan peternak setempat. Hasil telur nantinya akan diberikan kepada anak-anak penderita stunting untuk membantu pemenuhan gizi mereka.
“Mudah-mudahan program ini bisa berjalan dengan baik. Selain menekan angka stunting, diharapkan juga dapat memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Menciptakan Kesejahteraan Melalui Pendekatan Lokal
Melalui kegiatan ini, Kelurahan Cibunigeulis diharapkan menjadi contoh dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup melalui pendekatan gizi berbasis pangan lokal. Dengan menggabungkan antara program pemberdayaan ekonomi dan penanganan kesehatan, masyarakat diharapkan dapat lebih mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan dasar secara berkelanjutan.
Program budidaya ayam petelur tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan mengedepankan pangan lokal, program ini menjadi solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selain itu, keberlanjutan program ini akan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan dukungan dari pihak-pihak terkait. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan program ini dapat menjadi model sukses yang dapat diterapkan di wilayah lain.








