Ini yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membangun Rumah Split Level

Apakah Anda pernah mendengar istilah rumah split level? Split level adalah istilah yang digunakan dalam dunia arsitektur untuk menggambarkan sebuah rumah yang memiliki beberapa lantai dengan ketinggian yang berbeda. Pada konsep desain ini, tinggi lantai rumah hanya setengah dari tinggi lantai pada rumah biasanya.

Desain ini ditandai dengan lantai-lantai rumah yang berlantai dan saling terhubung melalui tangga sebagai jembatan antar ruang. Split level umumnya digunakan untuk perumahan yang dibangun di area perkotaan yang padat penduduk dengan lahan yang terbatas.

Read More
banner 970x90

banner 728x90

Jika Anda tertarik menerapkan konsep ini dalam rumah tinggal, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu. Artikel ini akan menguraikan kedua aspek tersebut agar dapat memperluas pengetahuan Anda tentang desain ini.

Keuntungan Konsep Desain Split Level

Mario Wibowo

1. Membuat Kesan Ruangan yang Lebih Luas

Dengan karakteristik berupa lantai yang tersusun dalam beberapa tingkat dan saling terhubung, split level mampu membuat ruang di dalam rumah menjadi lebih terbuka serta hidup. Perbedaan ketinggian lantai yang bertujuan untuk memisahkan fungsi ruangan memungkinkan penghuni rumah dengan mudah mengakses seluruh area secara nyaman. Hal ini membuat konsep hunian tersebut memberikan kesan visual bahwa ruangan terlihat lebih luas dan lapang.

2. Fleksibilitas dalam Perancangan Interior

Desain split level memberikan kebebasan dalam pengaturan ruang interior karena setiap tingkat bisa digunakan untuk fungsi yang berbeda tanpa perlu adanya dinding pembatas. Hal ini memungkinkan pemilik rumah menyesuaikan penggunaan setiap bagian ruangan tanpa mengganggu alur keseluruhan tata ruang. Misalnya, area yang lebih tinggi bisa dijadikan sebagai ruang kerja, sedangkan area bawah dapat digunakan untuk tempat bersantai. Selain itu, konsep ini juga memberi keleluasaan bagi pemilik rumah dalam mengatur penempatan furnitur, memilih sumber cahaya, hingga menentukan gaya dekorasi yang berbeda di setiap lantai sesuai dengan kebutuhan atau preferensi pribadi. Desain berlantai ganda menawarkan fleksibilitas dalam pengaturan interior, karena setiap lantai bisa dimanfaatkan untuk tujuan yang berbeda tanpa harus dibatasi oleh dinding. Dengan demikian, pemilik rumah bisa menyesuaikan fungsi masing-masing area tanpa mengganggu alur keseluruhan ruangan. Contohnya, lantai yang lebih tinggi bisa digunakan sebagai ruang kerja, sedangkan lantai yang lebih rendah bisa menjadi area untuk bersantai. Selain itu, konsep ini juga memberi kebebasan kepada pemilik rumah dalam menata furnitur, memilih pencahayaan, hingga menentukan jenis dekorasi yang berbeda di setiap lantai sesuai dengan keinginan atau selera mereka. Penggunaan desain split level memberikan keuntungan dalam pengaturan ruang dalam karena setiap tingkat dapat digunakan untuk fungsi yang berbeda tanpa perlu adanya sekat atau dinding. Dengan begitu, pemilik rumah bisa menyesuaikan penggunaan setiap bagian ruangan tanpa mengganggu alur keseluruhan tata ruang. Sebagai contoh, lantai yang lebih tinggi bisa digunakan sebagai ruang kerja, sementara lantai yang lebih rendah bisa menjadi area untuk bersantai. Selain itu, konsep ini juga memungkinkan pemilik rumah untuk menata berbagai furnitur, memilih pencahayaan, hingga menentukan dekorasi yang berbeda di setiap lantai sesuai dengan kebutuhan atau preferensi pribadi.

Baca juga :  Tawaf dan Sa'i di Masjidil Haram Bisa Pakai Skuter Listrik

3. Hemat Energi

Konsep ini juga menawarkan keunggulan dalam hal efisiensi energi. Dengan desain ruangan yang saling terhubung tanpa banyak pembatas, sirkulasi udara di dalam rumah menjadi lebih baik. Udara dingin dari bagian bawah dapat naik secara alami, sedangkan udara panas dari atas bisa turun melalui ventilasi yang ditempatkan dengan strategis. Selain itu, tata ruang berlantai berbeda juga mampu memaksimalkan penggunaan cahaya alami melalui bukaan yang disusun tepat di setiap lantainya. Dengan cahaya matahari yang mampu mencapai berbagai ruangan sekaligus, penggunaan lampu pada siang hari bisa diminimalkan.

Baca juga :  Memahami Chauvinisme: Arti, Ciri, Dampak, dan Contoh Negara Penganutnya

4. Memiliki Ruang Tambahan

Dengan membagi rumah menjadi beberapa lantai yang saling terhubung melalui tangga, pemilik rumah bisa memanfaatkan ruang di antara dua lantai tersebut dengan fungsi berbeda. Ruang tersebut dapat diubah menjadi area baca, tempat kerja, atau zona bermain anak. Desain ini memungkinkan pemilik rumah memiliki banyak ruangan fungsional meskipun lahan yang tersedia terbatas.

Kekurangan dari Konsep Desain Split Level

Pregnolato & Kusuki Studio Fotografi

1. Proses Pengadaan yang Rumit

Salah satu kelemahan dari konsep split level adalah proses pembangunannya yang lebih rumit karena memerlukan perencanaan struktur yang lebih mendalam. Hal ini terjadi karena adanya lantai-lantai yang dibangun pada ketinggian berbeda, sehingga desain bangunan harus dilakukan dengan presisi agar beban dapat didistribusikan secara merata. Kondisi ini menyebabkan waktu pengerjaan rumah dengan konsep ini menjadi lebih panjang serta biaya konstruksi secara keseluruhan meningkat.

2. Potensi Kecelakaan

Perbedaan ketinggian antara lantai rumah yang memerlukan banyak anak tangga sebagai penghubung dapat menyebabkan risiko kecelakaan. Keadaan ini bisa berpotensi menyebabkan terjatuh atau terpeleset jika tangga tidak dilengkapi dengan pagar yang kuat.

3. Tidak Ramah Lansia

Ciri khas lain dari konsep tempat tinggal ini adalah adanya banyak anak tangga yang berfungsi sebagai penghubung antar lantai. Namun, hal ini justru menjadi kelemahan dari konsep tersebut, sehingga membuat konsep split level tidak cocok untuk lansia. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan mobilitas lansia, yang membuat mereka kesulitan berpindah ruang secara mandiri.

Sumber gambar teaser : Julian Weyer

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *