ngetehdw.com – Di tengah masyarakat yang masih menganggap reptil sebagai makhluk berbahaya, Deden Taufik Hidayat atau yang akrab disapa Kang Den (44) hadir dengan misi yang berbeda. Ia berupaya memperkenalkan dunia reptil kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan wisatawan, melalui Zerond Eduk Park yang ia dirikan di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Sejak tahun 2018, Kang Den aktif melakukan kegiatan edukasi ke sekolah-sekolah dan tempat wisata. Awalnya, minatnya terhadap reptil berasal dari hobi pribadi. Namun, semakin lama ia menyadari bahwa banyak reptil yang justru menjadi korban konflik dengan manusia karena ketakutan dan kesalahpahaman.
“Awalnya saya hanya hobi memelihara reptil, tapi lama-lama saya lihat banyak reptil mati karena dianggap berbahaya. Padahal tidak semua reptil seperti itu,” ujarnya saat berbicara di TWA Pangandaran.
Dari situ, ia bersama rekan-rekannya mulai melakukan edukasi kepada masyarakat. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap reptil, bukan rasa takut. Ia ingin masyarakat lebih memahami bahwa reptil juga memiliki peran penting dalam ekosistem alam.
Spesies Reptil yang Diperkenalkan
Reptil yang dikenalkan oleh Kang Den sebagian besar merupakan spesies asli Indonesia dan hasil ternakan di Zerond Eduk Park. Beberapa di antaranya adalah reptil hasil rescue, yaitu hewan yang diselamatkan dari pemukiman warga. Jika ada ular masuk rumah, masyarakat bisa menghubungi Kang Den untuk dievakuasi dan diselamatkan.
Di tempatnya, pengunjung dapat melihat berbagai jenis reptil seperti iguana, panana, gecko, kura-kura hermanni, kura-kura sulcata, ular pucuk, ular kobra, ular boyga denro vila, ular piton, hingga sugar glider. Setiap akhir pekan, Kang Den dan timnya berkunjung ke tempat wisata untuk memperkenalkan reptil kepada wisatawan yang ingin mengenal langsung.
Edukasi tentang Perilaku Reptil
Kang Den menjelaskan karakteristik setiap jenis reptil dengan sabar, termasuk cara aman berinteraksi dengan ular. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang salah paham tentang reptil, terutama ular. Banyak orang mengira semua ular berbahaya, padahal beberapa justru bermanfaat bagi manusia.
“Ular koros, misalnya, membantu petani dengan memangsa hama tikus. Mereka punya peran penting dalam ekosistem,” katanya.
Ia berharap melalui edukasi ini, masyarakat bisa lebih bijak dalam menyikapi keberadaan reptil di sekitar mereka. Bukan dengan membunuh, tetapi dengan memahami perilaku dan manfaatnya.
Menciptakan Rasa Cinta dan Tanggung Jawab
Menurut Kang Den, jika masyarakat mengenal reptil, mereka tidak akan takut. Dari situ lahir rasa sayang dan tanggung jawab untuk menjaga keberadaan reptil. Ia percaya bahwa dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat akan lebih menghargai keberagaman hayati yang ada di lingkungan sekitar.
Kegiatan edukasi ini tidak hanya bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat, tetapi juga untuk melestarikan spesies reptil yang semakin langka. Dengan pendekatan yang tepat, Kang Den yakin bahwa reptil bisa menjadi bagian dari kehidupan manusia yang harmonis.








